Biaya di Turki

Menurut beberapa sumber yang berhasil dirangkum, Turki bisa menjadi salah satu destinasi menarik bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas atau perguruan tinggi. Pasalnya, biaya kuliah di negara dengan ibukota Ankara tersebut dikatakan relatif terjangkau, terlebih bagi mahasiswa yang telah memperoleh beasiswa.

Jika dibandingkan dengan negara-negara di Benua Eropa, kawasan Asia Tenggara, hingga Australia dan Amerika Serikat, nama Turki memang tidak terlalu menjadi favorit warga Indonesia untuk berlibur atau melanjutkan studi. Padahal, negara yang berlokasi di perbatasan Benua Asia dan Eropa tersebut memiliki indeks biaya hidup yang tergolong rendah, sehingga cocok bagi mereka yang melanjutkan studi atau menghabiskan masa pensiun di hari tua.

Biaya Kuliah di Turki

Seperti dikutip dari situs Republika, salah seorang mahasiswa asal Indonesia mengaku hanya membayar biaya kuliah sebesar Rp600 ribu per semester. Mahasiswa Universitas Kastamonu itu pun menambahkan, selain biaya kuliah, biaya hidup di banyak kota di Turki juga bisa dikatakan sangat terjangkau, atau kurang lebih sama dengan Jakarta.

Universitas Suleyman Demirel misalnya, layaknya banyak kampus di dalam negeri, Fakultas Kedokteran memang menjadi fakultas yang mematok biaya kuliah paling mahal. Namun, tidak seperti kebanyakan program studi kedokteran di Tanah Air, biaya kuliah Fakultas Kedokteran di kampus tersebut sangat terjangkau, yaitu hanya Rp3,5 jutaan per semester.

Secara umum, universitas negeri di Turki memang memiliki biaya atau tarif yang lebih murah jika dibandingkan universitas swasta. Pada Program Pascasarjana di kampus negeri, mahasiswa hanya perlu merogoh kocek sekitar 300 dolar AS hingga 800 dolar AS per tahun. Bandingkan dengan Program S2 di universitas swasta yang mematok biaya mencapai 20 ribu dolar AS per tahun.

Meski demikian, yang perlu diketahui, biaya kuliah program dengan pengantar bahasa Inggris memang rata-rata dipatok lebih mahal. Untuk universitas negeri, biaya program studi dengan pengantar bahasa Inggris sekitar 600 dolar AS hingga 1.500 dolar AS per tahun. Sementara, program studi dengan pengantar bahasa Turki di kampus yang sama hanya mematok biaya kuliah 240 dolar AS hingga 750 dolar AS per tahun.

Biaya Hidup di Turki

Selain biaya kuliah, yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan tinggal di luar negeri adalah biaya hidup. Nah, seperti telah diuraikan di atas, indeks biaya hidup di Turki juga tergolong terjangkau. Turki hanya memiliki indeks biaya hidup 41,19, atau lebih rendah dibandingkan beberapa negara seperti Estonia, Spanyol, Afrika Selatan, Taiwan, Republik Ceko, dan Jerman.

Namun, biaya hidup di Turki sendiri bergantung dari gaya hidup masing-masing individu dan lokasi tempat tinggal. Pasalnya, layaknya di Tanah Air, ada beberapa kota di Turki yang mematok biaya hidup lebih tinggi dibandingkan kota lainnya, terutama apabila Anda memilih berdomisili di tengah kota, dekat pusat transportasi, dan tidak jauh dari fasilitas publik lainnya.

Menurut pengalaman seseorang yang pernah berdomisili di Istanbul selama empat tahun, kebutuhan yang paling banyak menyedot pengeluaran adalah tempat tinggal. Di kota ini, sewa rumah tipe 1+0 Studio (tidak ada ruang tamu), berkisar 500 lira hingga 800 lira atau sekitar Rp1,75 juta hingga Rp2,8 juta per bulan (1 lira = Rp3.500). Biaya tersebut belum termasuk deposito, yang biasanya sebesar dua bulan uang sewa atau bisa lebih murah, tergantung permintaan pemilik rumah.

Jika Anda memutuskan mencari rumah tipe 1+1 (satu ruang tamu dan satu kamar), biaya sewa sekitar 700 lira hingga 1.000 lira per bulan, bahkan ada yang di atas 1.000 lira. Untuk biaya sewa rumah tipe 2+1, sekitar 900 hingga 1.500 per bulan, sedangkan biaya sewa rumah tipe 3+1 atau tipe 4+1, umumnya di atas 1.300 lira per bulan.

Selain pengeluaran untuk biaya sewa rumah, Anda pun harus menyisihkan uang untuk keperluan lainnya. Kebutuhan listrik misalnya, berkisar 40 lira hingga 100 lira per bulan, tergantung pemakaian. Kemudian, biaya untuk natural gas sebesar 100 lira hingga 300 lira per bulan, biaya untuk air sekitar 40 lira hingga 150 lira per bulan, biaya akses Wi-Fi sekitar 60 lira hingga 75 per lira bulan,  dan biaya belanja sehari-hari sekitar 100 lira per bulan.

Sementara, untuk transportasi, bagi mereka yang berstatus mahasiswa, bisa menggunakan kartu mahasiswa sebagai pembayaran langganan. Dengan harga sekitar 85 lira, mahasiswa bisa naik transportasi apa pun di Istanbul sebanyak 200 kali tap sepuasnya. Jadi, untuk mereka yang rumahnya jauh dari lokasi kampus dan harus transit beberapa kali, ini menjadi opsi yang menarik. Berikut rincian kisaran biaya hidup di Istanbul.

Komponen Biaya              Besaran Biaya

Sewa Tempat Tinggal     500 lira – 1.300 lira per bulan (rumah)

600 – 900 lira per bulan (asrama)

Biaya Listrik                         40 lira – 100 lira per bulan

Biaya Natural Gas             100 lira – 300 lira per bulan

Biaya Air                               40 lira – 150 lira per bulan

Biaya Akses Wi-Fi             60 – 75 per bulan

Biaya Belanja                     100 lira per bulan

Transportasi                       85 lira (langganan)

Sebagai perbandingan, seorang WNI yang tinggal di Kayseri, mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp2,1 juta per bulan untuk menyewa rumah lengkap dengan 3 kamar, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, 1 dapur, dan 1 balkon, bersama 4 orang teman lainnya. Untuk tagihan listrik, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu per bulan, sedangkan tagihan air hanya Rp65 ribu per bulan.

Hal Lain yang Diperhatikan

Tetapi, sebelum memutuskan berangkat ke Turki, masyarakat Indonesia juga perlu mempertimbangkan beberapa hal. Turki merupakan salah satu negara di kawasan Eropa yang memiliki tingkat kecakapan bahasa Inggris cukup rendah, sehingga bisa menyulitkan dalam komunikasi. Selain itu, banyak kuliner di Turki yang memiliki citarasa ‘aneh’, perbedaan budaya yang sangat kontras dengan Indonesia, serta kondisi cuaca yang berbeda dengan Tanah Air.